Infografis Pencopotan Jabatan Kepala BGN Dadan Hindayana

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini korupsi sudah menjadi budaya dalam sektor pemerintahan, dan korupsi selalu ada pada setiap periodenya.

Sebagai informasi bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan yang melibatkan suatu individu, kelompok, maupun instansi, dan korupsi juga terdiri dari berbagai model seperti suap, manipulasi, perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara, dan masih banyak lagi.

Diketahui, negara Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai tingkat korupsi paling tinggi di dunia.

Bahkan, beberapa oknum pejabat atau pemerintah di Indonesia telah melakukan korupsi hingga triliunan rupiah, dan hal tersebut sangat merugikan negara dan bangsa Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, maka total kerugian negara Indonesia tindak pidana korupsi dan pencucian uang (TPPU) yakni mencapai Rp 300,86 triliun.

Banyak masyarakat yang menyayangkan perbuatan korupsi tersebut, karena jika korupsi dapat diberantas, maka kekayaan negara dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga negara Indonesia dapat menjadi negara maju dan masyarakat menjadi sejahtera, hal tersebut juga selaras dengan cita-cita negara Indonesia untuk menjadi Indonesia Emas 2045.

Meskipun telah mempunyai lembaga pemberantas korupsi yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), tetapi pada realitanya sampai saat ini para oknum masih saja dapat lolos dari tindakan penyelewengan dana atau tindakan korupsi.

Contohnya yakni baru-baru ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana telah diduga melakukan penyelewengan dana dalam pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan sejumlah data yang beredar, maka dijelaskan bahwa Dadan Hindayana telah melakukan sejumlah penyelewengan, seperti manipulasi Kemitraan Yayasan (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan manipulasi harga atau mark-up Pengadaan Barang.

Banyak masyarakat yang menyayangkan hal tersebut, karena program MBG adalah program yang mulia dan membantu sesama kita yang membutuhkan, tetapi mengapa anggaran tersebut justru dimanipulasi dan dibuat untuk memperkaya diri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Atas perbuatan tersebut, akhirnya Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan melakukan pencopotan jabatan terhadap Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya.

Setelah melakukan pencopotan jabatan terhadap ketiga oknum tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga telah resmi melantik para pejabat baru di lini BGN, yakni Nanik S. Deyang (selaku Kepala BGN baru), Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono (selaku Wakil Kepala BGN baru).

 

Uang Rakyat

Prabowo soal Dugaan Penggelapan Dana MBG: Setiap Sen Kita Jaga

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sepenuhnya hak milik rakyat, jadi siapapun tidak boleh melakukan penyelewengan atau pencurian sedikitpun, bahkan sepeser Rupiah pun.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, program MBG adalah program yang sangat mulia, dan program yang sangat membantu bagi masyarakat kalangan menengah kebawah, jadi program MBG harus dapat berhasil, dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan dilakukan dengan hati yang ikhlas dan tulus.

Presiden Prabowo Subianto menghimbau kepada seluruh tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Kepala Dapur dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk memperkuat pengawasan dan pemantauan lapangan terkait pelaksanaan program MBG dari hulu ke hilir, sehingga program MBG dapat dijalankan dengan sehat, akuntabel, efektif, efisien, dan tepat sasaran tanpa adanya penyelewengan.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen bahwa dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan keberhasilan program MBG sekaligus memastikan bahwa tidak akan ada ruang lagi untuk penyimpangan dan penyelewengan atau penyalahgunaan kekuasaan dalam program mulia MBG.

Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk melakukan perombakan atau reshuffle kabinet setiap saat, karena keberhasilan sebuah program dimulai dari kebijakan seorang pemimpin yang baik.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 03 Juni 2026.